KabarKalteng.com, Balikpapan – Umat Islam di Indonesia banyak mengamalkan membaca Surah Yasin tiga kali saat malam Nisfu Syakban, yang pada 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari. Amalan ini dilengkapi dengan niat khusus dan doa Nisfu Syakban, sebagai salah satu cara mengisi malam istimewa tersebut.
Malam Nisfu Syakban merupakan pertengahan bulan Syakban, tepatnya malam tanggal 15 Syakban. Malam ini dikenal sebagai waktu di mana Allah SWT melimpahkan ampunan, rahmat, dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah.
Keutamaan Membaca Surah Yasin di Malam Nisfu Syakban
Anjuran membaca Surah Yasin memiliki dasar dari berbagai riwayat. Berdasarkan riwayat Imam Al-Baihaqi dari Abi Qalabah, Surah Yasin memiliki keutamaan yang sangat agung. Disebutkan bahwa siapa saja yang membacanya, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. Selain itu, siapa yang membacanya dalam keadaan kebingungan atau tersesat, Allah akan memberinya petunjuk.
Dikutip dari detikKalimantan melalui situs NU Online, Sayyidina Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki menerangkan dalam karyanya Ma Dza fi Sya’ban? (cetakan pertama, 1424 H, halaman 119) bahwa menggabungkan amal ibadah dengan doa dan permohonan hajat bukanlah sesuatu yang terlarang. Hal ini asalkan dilakukan dengan keikhlasan dan tidak diyakini sebagai ketentuan syariat yang bersifat khusus.
Beliau menegaskan, seorang hamba boleh saja menyertakan permintaan dalam amal salehnya, baik yang berkaitan dengan urusan agama maupun dunia, yang bersifat lahir maupun batin, jasmani maupun rohani. Seseorang yang membaca Surah Yasin atau surat lain dari Al-Qur’an semata-mata karena Allah SWT, sambil berharap keberkahan umur, kelapangan rezeki, dan kesehatan, tidaklah melakukan perbuatan yang tercela. Ini bahkan termasuk menempuh jalan kebaikan.
Sayyidina Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki juga menyebutkan bahwa membaca Surah Yasin dapat dilakukan tiga kali, tiga puluh kali, atau bahkan ratusan kali. Seseorang juga dianjurkan membaca seluruh Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT, sambil memohon agar hajatnya dikabulkan, kesulitannya dilapangkan, kesedihannya diangkat, penyakitnya disembuhkan, serta utangnya dilunasi.
Beliau menjelaskan, "Tak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salihnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin. Siapa saja yang membaca surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta’ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah." Menurutnya, orang ini telah menempuh jalan yang baik, dengan catatan ia tidak meyakini bahwa amal salehnya itu disyariatkan secara khusus untuk hajat tersebut.
Seluruh amalan tersebut wajib diniatkan dengan ikhlas dan tidak disertai keyakinan bahwa amalan tertentu memiliki kewajiban atau ketentuan syariat yang mengikat secara khusus. Keutamaan malam Nisfu Syakban juga ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Bakar RA. Rasulullah SAW bersabda:
نَزَلَ اللَّهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِكُلِّ شَيْءٍ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ رَجُلٍ فِي قَلْبِهِ شَحْنَاءَ
Artinya: "(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)." (HR Al-Baihaqi).
Waktu Membaca Yasin 3 Kali
Membaca Yasin tiga kali dilakukan pada malam Nisfu Syakban, yakni setelah salat Magrib. Amalan ini dapat dilakukan secara sendiri maupun berjamaah.
Niat Sebelum Yasin Pertama (memohon panjang umur)
Niatkan membaca Surah Yasin pertama kali untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala.
نَوَيْتُ قِرَاءَةَ سُوْرَةِ يَاسِيْنِ لِطُوْلِ الْعُمْرِ فِيْ طَاعَةِ اللهِ تَعَالَى
Nawaitu qirā’ata sūrati Yāsīn lithūlil ‘umri fī ṭā’atillāhi ta’ālā
Artinya: Aku niat membaca Surah Yasin untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Niat Sebelum Yasin Kedua (memohon rezeki dan keselamatan)
Niatkan membaca Surah Yasin kedua untuk menolak bala dan memohon rezeki yang halal.
نَوَيْتُ قِرَاءَةَ سُوْرَةِ يَاسِيْنِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ وَطَلَبِ الرِّزْقِ الْحَلَالِ
Nawaitu qirā’ata sūrati Yāsīn lidaf’il balā’i wa ṭalabir rizqil ḥalāl
Artinya: Aku niat membaca Surah Yasin untuk menolak bala dan memohon rezeki yang halal.
Niat Sebelum Yasin Ketiga (memohon husnul khatimah)
Niatkan membaca Surah Yasin ketiga untuk memohon akhir kehidupan yang baik.
نَوَيْتُ قِرَاءَةَ سُوْرَةِ يَاسِيْنِ لِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ
Nawaitu qirā’ata sūrati Yāsīn liḥusnil khātimah
Artinya: Aku niat membaca Surah Yasin untuk memohon akhir kehidupan yang baik.
Tata Cara Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syakban
Membaca Yasin tiga kali dilakukan setelah salat Magrib, baik sendiri maupun berjamaah. Setiap pembacaan Yasin diawali dengan niat khusus seperti yang telah dijelaskan di atas.
Doa Nisfu Syakban
Setelah membaca Yasin sebanyak 3 kali, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan membaca doa Nisfu Syakban berikut:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُطْرُوْدًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِيْ وَإِقْتَارَ رِزْقِيْ وَاثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. إِلٰهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، آمِيْن.
Allāhumma yā dzal-manni wa lā yamunnu ‘alaika, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thauli wal-in’ām, lā ilāha illā anta, zhahr-al-lājiīn wa jāral-mustajīrīna wa amānal-khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtani ‘indaka fī ummil-kitābi syaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqtarran ‘alayya fir-rizqi famḥu, allāhumma bi-faḍlika fī ummil-kitābi syaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtirāra rizqī, wa atsbitnī ‘indaka fī ummil-kitābi sa’īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal-ḥaqqu fī kitābikal-munzali ‘alā nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yashā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul-kitāb. Ilāhī bit-tajallil-a’ẓami fī lailatin niṣfi min syahri Sya’bānal-mukarram allatī yufraqu fīhā kullu amrin ḥakīm wa yubram, iṣrif ‘annā minal-balā’i mā a’lamu wa mā lā a’lam, wa anta ‘allāmul-ghuyūbi biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam, āmīn.
Artinya: Ya Allah, wahai Dzat Pemilik anugerah yang tidak membutuhkan balasan, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat yang memiliki kekuasaan dan segala kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah penolong orang-orang yang berlindung, pelindung para pencari perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang ketakutan.
Ya Allah, jika Engkau telah menulisku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, tertolak, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah. Dengan karunia-Mu, hapuskanlah dari Ummul Kitab kecelakaanku, keterhalanganku, penolakanku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan.
Sungguh Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah benar, dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang diutus: Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.
Wahai Tuhanku, demi tajalli-Mu yang paling agung pada malam pertengahan bulan Sya’ban yang mulia, malam ketika setiap urusan yang penuh hikmah ditetapkan, palingkanlah dariku segala bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Engkaulah Maha Mengetahui segala yang gaib, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
Semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.