7 Amalan Utama di Mala...

7 Amalan Utama di Malam Nisfu Syaban 2026 Beserta Keutamaannya

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com – Malam Nisfu Syaban, yang jatuh pada 15 Syaban 1447 H atau Selasa, 3 Februari 2026, menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah. Malam pertengahan bulan Syaban ini kerap dimanfaatkan untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai amalan dianjurkan untuk meraih pahala dan ampunan di bulan yang diagungkan dalam Islam ini.

Bulan Syaban, yang berada di antara Rajab dan Ramadan, adalah kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan. Salah satu amalan yang umum dikerjakan adalah berpuasa, sebagaimana yang selalu dilakukan Rasulullah SAW menjelang Ramadan.

Dirangkum dari berbagai literatur, berikut adalah tujuh amalan yang baik dilakukan di malam Nisfu Syaban:

1. Puasa Nisfu Syaban
Puasa sunnah di bulan Syaban tidak hanya dikhususkan pada Nisfu Syaban saja. Berdasarkan laman Rumaysho, Rasulullah SAW paling gemar berpuasa di bulan ini dibandingkan bulan lainnya, selain puasa wajib Ramadan.

Hal ini dijelaskan dalam hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ. فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban." (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).

Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan:

لَمْ يَكُنْ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya: "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya." (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156).

Menurut Abdul Manan Bin Hj Muhammad Sobari dalam buku Keagungan Rajab & Sya’ban, puasa di pertengahan bulan Syaban hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, "Jika tiba waktu malam Nisfu Syaban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya, karena sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan rahmat-Nya mulai tenggelamnya matahari (Maghrib) di langit dunia dan berfirman, ‘Siapa yang meminta ampun akan Aku ampuni. Siapa yang minta rezeki akan Aku beri rezeki. Siapa yang terkena musibah akan Aku sembuhkan. Siapa yang minta ini dan itu seterusnya, sampai waktu terbitnya fajar (matahari)." (HR. Ibnu Majah).

2. Sholat Sunnah
Amalan lain saat Nisfu Syaban adalah menunaikan sholat sunnah. Beberapa sholat sunnah yang dapat dikerjakan antara lain sholat hajat, sholat taubat, dan sholat tasbih. Laman NU menyertakan hadits yang menjelaskan keutamaan shalat:

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "الصَّلاَةُ خَيْرُ مَوْضُوعٍ فَمَنْ شَاءَ اسْتَكْثَرَ وَمَنْ شَاءَ اسْتَقَلَّ" قَالَ الْحَافِظُ فِي "الْفَتْحِ" 479/2: صَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

Artinya: "Shalat adalah sebaik-baik syariat, siapa yang ingin memperbanyak maka perbanyaklah, dan siapa yang ingin melakukan sedikit maka lakukanlah" (Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini dinilai sahih oleh Ibnu Hibban. Fath Al-Bari 2/479).

Abdul Manan Bin Hj Muhammad Sobari juga menganjurkan shalat Magrib berjamaah pada malam 15 Syaban. Shalat berjamaah di masjid ini dilanjutkan dengan dzikir wirid pendek ba’da Magrib.

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa mengerjakan shalat di malam Nisfu Sya’ban 100 raka’at dan tiap-tiap raka’at dia membaca S. Al Fatihah dan S. Al Ikhlas 5 kali, maka Allah SWT menurunkan/mengirimkan 500.000 malaikat. Tiap-tiap malaikat membawa satu daftar catatan (yang terbuat) dari cahaya. Mereka menuliskan pahala (orang yang shalat pada malam Nisfu Syaban) sampai hari kiamat."

3. Membaca Doa Nisfu Syaban
Seorang muslim dapat membaca doa Nisfu Syaban yang tercantum dalam Kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya:

اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ، "يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ، وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ" وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab-latin: Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin.

Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa’idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, "yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab" wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhul Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."

4. Memperbanyak Doa
Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebanyak mungkin untuk menyambut Nisfu Syaban. Malam Nisfu Syaban dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memohon pertolongan dan permintaan pada Allah SWT.

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيمُ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah kami wahai dzat yang maha mulia. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan, kesehatan dan pemeliharaan yang berkesinambungan dalam hal agama, dunia dan akhirat."

5. Membaca Yasin
Amalan sunnah ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَنْزِلُ اللَّهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِكُلِّ شَيْءٍ إِلاَّ مَا كَانَ مِنْ مُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: "Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu, kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)." (HR al-Baihaqi).

6. Memperbanyak Dzikir
Amalan selanjutnya adalah berdzikir. Umat Islam dapat mengucap tahmid dan takbir sebanyak 100 kali, dilanjutkan dengan sholawat nabi sebanyak 100 kali, serta dzikir-dzikir lainnya kepada Allah SWT.

Terdapat pula anjuran untuk membaca Tasbih Nabi Yunus sebanyak 2.375 kali:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Syekh Abdul Hamid Qudus dalam kitab Kanzun Najah Was Surur mengatakan:

فَإِنْ تَدَاوَمَ بِهَذِهِ الْآيَةِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ بِالْعَدَدِ الْمَذْكُورِ ثَلَاثَةَ آلَافٍ فِي ذَلِكَ الْعَامِ مِنَ الْبَلَايَا وَالْآفَاتِ

Artinya: "Siapa yang membaca dzikir ini di malam Nisfu Sya’ban sebanyak (2375) kali, maka dengan izin Allah Taala, ia akan diberikan perlindungan dari bala sampai tahun akan datang."

7. Memperbanyak Istighfar dan Menjauhi Larangan-Nya
Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, namun Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan. Memperbanyak istighfar menjadi sangat penting, terutama di malam Nisfu Syaban. Namun, umat Muslim juga ditekankan untuk menjauhi larangan Allah.

Pasalnya, ada dosa yang tidak diampuni pada Nisfu Syaban. Mu’adz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Pada malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), Allah akan mengumumkan kepada sekalian manusia, bahwa Ia akan mengampuni orang-orang yang mau beristighfar (minta ampunan-Nya), kecuali kepada orang-orang yang menyekutukan-Nya, juga orang-orang yang suka mengadu domba (menciptakan api permusuhan) terhadap saudara muslim." (HR. al-Thabrani dan Ibnu Hibban).

Dalam riwayat lain dari Aisyah, disebutkan Rasulullah bersabda, "Malaikat Jibril telah datang kepadaku, seraya berkata: "Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban. Dan pada malam ini pula Allah akan membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka. Namun Allah akan membiarkan enam kelompok manusia tetap dalam neraka, karena telah melakukan dosa-dosa besar, yaitu: [daftar enam kelompok tidak disertakan dalam sumber]."

Kapan Jadwal Nisfu Syaban?
Kata "nisfu" berarti pertengahan, sedangkan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15 Syaban.

Berdasarkan kalender Hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban tahun 2026 akan bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026 (15 Syaban 1447 Hijriah). Puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada siang hari tanggal 15 Syaban, sementara malam sebelumnya dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an.

Hukum Puasa Nisfu Syaban dan Berapa Lamanya
Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundani, menjelaskan bahwa hukum puasa Nisfu Syaban adalah sunnah. Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan umat Islam berpuasa, namun juga mengingatkan agar tidak memaksakan jika kondisi tidak memungkinkan. Hal ini untuk menghindari kebosanan dan terganggunya keikhlasan dalam menjalankan puasa Ramadan.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA: "Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan melakukan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa (dan waktu kebiasaan puasanya itu jatuh) pada hari itu, maka silahkan dia berpuasa pada hari itu."

Abdul Manan Bin Hj. Muhammad Sobari dalam buku Keagungan Rajab dan Syaban juga menuliskan anjuran berpuasa tiga hari di awal Syaban, tiga hari di pertengahan, dan tiga hari di akhir bulan Syaban. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa (orang) yang berpuasa 3 hari sejak awal Syaban dan 3 hari di pertengahannya kemudian 3 hari di akhirnya niscaya Allah menuliskan baginya 70 pahala para Nabi dan dia diberi pahala sama dengan orang yang beribadah kepada Allah selama 70 tahun dan sekiranya mati, di tahun itu akan menjadi mati syahid."

Selain itu, umat Muslim dapat mengerjakan puasa Ayyamul Bidh yang memiliki landasan pengerjaan lebih jelas dalam hadits. Salah satu waktu pengamalan puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan Nisfu Syaban, yaitu 15 Syaban atau 25 Februari 2024. Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِصِيَامِ الْبِيضِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ. وَقَالَ « صِيَامُ أَيَّامِ الْبِيضِ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ».

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." Dan beliau bersabda, "Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Daud).

Perlu diingat, terdapat anjuran untuk tidak memperpanjang puasa hingga akhir bulan Syaban mendekati Ramadan. Pengamalan ini dianggap sebagai puasa hari Syak yang jatuh pada 30 Syaban. Namun, larangan tersebut dikecualikan bagi orang yang memiliki kebiasaan berpuasa, sebagaimana disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمٍ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

Artinya: "Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang memiliki kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim).

Puasa Nisfu Syaban memiliki keutamaan sebagai bagian dari ibadah di bulan yang sangat dicintai Rasulullah SAW. Dengan demikian, puasa Nisfu Syaban 2026 dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertepatan dengan 15 Syaban 1447 Hijriah. Adapun hukumnya adalah sunnah dan dianjurkan sebagai bagian dari ibadah di bulan Syaban yang penuh keutamaan.

Wallahualam bissawab.

(aau/bai)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan