Banjarbaru – KabarKalteng.com, aksi begal payudara dan pantat marak terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam beberapa waktu terakhir. Setidaknya tiga kasus dilaporkan mulai dari Tanah Bumbu, Barito Kuala, hingga Banjarbaru. Pelaku yang meresahkan kaum hawa ini terancam dijerat Pasal 60A Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Seorang pria tertangkap basah memegang bagian vital perempuan di Sungai Danau, Tanah Bumbu, Minggu (15/1). Korban mengaku pelaku memegang pantatnya. "Dia memegang bagian pantat saya," ungkap korban. Saat ditanya warga, pelaku diketahui bisu.
Sementara itu, aksi begal payudara juga terjadi di Jembatan Barito, Barito Kuala, pada Minggu (15/1) pagi sekitar pukul 05.45 WIB. Dua wanita menjadi korban pelecehan seksual ini. Salah satu korban berinisial I menceritakan, dirinya berboncengan dengan sepupunya hendak pergi bekerja.
"Jadi dari jauh itu sepupu saya sadar ada yang mengikuti kami. Ia memberitahu saya untuk menambah kecepatan," ujar I kepada detikKalimantan, Senin (26/1/2026).
Pelaku sempat berusaha memegang bagian tubuh sepupu I. "Sepupu saya teriak, di situ saya lihat pelaku sudah ada di samping motor kami. Kondisi jembatan sepi saat itu, kami teriak minta tolong," tuturnya. Namun, teriakan mereka tidak didengar oleh siapa pun. Akibat kejadian itu, sepupu I sempat syok dan mereka berdua merasakan ketakutan serta trauma. I langsung menambah kecepatan mencari jalan yang ramai.
Kapolsek Anjir Muara Iptu Aspi Hadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian belum menerima laporan polisi (LP) resmi. "Benar ada kejadian dan ada masuk pengaduan, tetapi tidak ada laporan polisi (LP). Jika nanti ada LP, maka akan kita tindak lanjuti," sebutnya. Pihaknya masih menunggu laporan resmi untuk dapat menindaklanjuti kasus ini.
Sebelumnya, polisi di Banjarbaru mengamankan seorang pria yang diduga melakukan begal payudara hingga 15 kali. Berdasarkan penjelasan Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Pius Loda, modus pelaku adalah memepetkan motornya ke motor korban. "Motivasinya angan-angan seksual, jadi pelaku merasa puas usai melakukan aksinya," sebut Pius.