Istri Polisi Melawi Mi...

Istri Polisi Melawi Minta Maaf Usai Viral Pakai Identitas Bhayangkari Saat Razia

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, seorang anggota Bhayangkari di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Ria Vera Andriani, menyampaikan permintaan maaf setelah videonya viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dirinya mengaku lolos dari razia lalu lintas usai menunjukkan identitas Bhayangkari yang disebutnya ‘kartu sakti’. Vera, istri dari Bripka Rahmat Walliansen, anggota Polres Melawi, mengunggah video berdurasi 51 detik tersebut yang kemudian menuai beragam reaksi publik dan dianggap menimbulkan kegaduhan.

Dalam video viral tersebut, Ria Vera Andriani terlihat mengenakan pakaian berlambang Tut Wuri Handayani. Ia merekam momen saat diberhentikan petugas kepolisian dalam kegiatan pemeriksaan kendaraan di Bundaran Tugu Juang 2.

Vera kemudian mengaku lolos setelah menunjukkan identitas Bhayangkari. "Guys ada razia guys, di Bundaran Tugu Juang 2, and you know what, aku diberhentiin, dan aku keluarin ini (identitas Anggota Bhayangkari)," ucapnya dalam video.

Ia melanjutkan, "Sampai kebalik, ya kan tuh (tertawa). Jadi Polantas-nya senyum-senyum aja gitu, oh Bhayangkari. Oh Rahmat Walliansen, oh iya-iya." Vera juga memperlihatkan dompetnya yang berisi kelengkapan surat-surat kendaraan, termasuk SIM yang masih berlaku.

"SIM-nya ada? Ada dong Pak, jadi aku bukain dompetku, lengkap," ujarnya. Ia menegaskan masa berlaku SIM-nya masih panjang. "Untungnya SIM masih hidup, jadi aman, kita lolos," kata Vera.

Setelah video itu viral dan banyak dihujani komentar negatif, Vera didampingi suaminya membuat video permintaan maaf dan klarifikasi. Ia secara terbuka memohon maaf kepada masyarakat atas unggahan yang dinilai menimbulkan kegaduhan.

"Saya Ria Vera Andriani, istri dari Bripka Rahmat Walliansen. Secara sadar saya memohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh," ujarnya. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk membanggakan diri atau menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari maupun institusi Polri.

"Sekali lagi dari lubuk hati paling dalam saya memohon maaf sedalam-dalamnya, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi," lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Melawi Aiptu Samsi membenarkan bahwa perempuan dalam video viral tersebut adalah anggota Bhayangkari dari Polres Melawi. Menurutnya, yang bersangkutan telah membuat klarifikasi, permohonan maaf, dan surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Aiptu Samsi menambahkan, Polres Melawi juga telah mengambil langkah internal berupa pemanggilan dan pembinaan terhadap Ria Vera Andriani. Konfirmasi ini disampaikan pada Senin (9/2/2026).

Polres Melawi menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Institusi itu mengimbau masyarakat, termasuk keluarga anggota Polri, untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi.

detikKalimantan mencoba menjangkau Ria Vera Andriani melalui akun Instagram miliknya. Namun, akun tersebut diketahui diprivat, dengan 1.014 postingan dan 1.842 pengikut.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan