2 Pekerja Tewas Tertim...

2 Pekerja Tewas Tertimbun Gumpalan Debu di Cerobong PLTU Ketapang

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Ketapang – Empat pekerja dari perusahaan pihak ketiga mengalami kecelakaan tragis di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (21/1/2026) sore. Dua dari empat pekerja tewas setelah tertimbun reruntuhan gumpalan debu batu bara yang mengeras saat membersihkan cerobong asap sekitar pukul 16.30 WIB. Sementara itu, dua pekerja lainnya berhasil selamat dari insiden mencekam tersebut.

Kecelakaan yang terjadi di PLTU Sukabangun sempat dilaporkan akibat empat pekerja terjatuh dari ketinggian 50 meter. Namun, hal itu dibantah oleh Vemas (38), salah satu korban selamat.

"Informasi awal itukan kami terjatuh, sebenarnya tidak, kami tertimbun reruntuhan debu batu bara yang sudah mengeras," ungkap Vemas saat ditemui di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Kamis (22/1/2026).

Vemas menjelaskan, saat kejadian ia bersama tiga rekannya, HR (30), JN (35), dan RN (32), sedang membersihkan kerak debu batu bara di dalam lubang cerobong. Debu jenis fly ash itu diketahui telah mengeras menyerupai tanah karena terkena air hujan.

"Kami berempat berada di dalam lubang cerobong. Ada yang di bawah, ada juga di samping. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung ambruk ke bawah," imbuhnya.

Saat material keras itu runtuh, Vemas dan rekan-rekannya berusaha refleks merapat ke dinding cerobong untuk menyelamatkan diri. Vemas bahkan sempat mencoba menarik tali pengaman rekannya, namun beban reruntuhan yang datang begitu cepat dan berat.

Nahas, Vemas sendiri tertimbun hingga sebatas leher dan tidak bisa bergerak. Dalam kondisi terjepit, ia tak mampu berteriak. Beruntung, salah satu rekan lain yang masih sadar berhasil berteriak meminta tolong hingga terdengar oleh pekerja di luar cerobong.

"Posisi saya sendiri sudah tertimbun debu yang sudah mengeras itu sampai ke leher saya. Saat itu saya tidak bisa bergerak sama sekali, sama sekali tidak bisa berteriak minta tolong. Kawan yang satunya yang meminta tolong," jelasnya.

Sayangnya, nasib berbeda dialami JN dan RN yang berada di posisi lebih bawah. Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun sepenuhnya oleh material limbah tersebut. JN dan RN ditemukan tewas di lokasi kejadian.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga malam hari. Tim SAR gabungan bekerja keras mengeluarkan para korban dari sempitnya ruang cerobong yang dipenuhi material berbahaya.

Korban terakhir berhasil dievakuasi dan dibawa ke ambulans sekitar pukul 22.27 WIB. Kedua korban selamat, Vemas dan HR, dilarikan ke RSUD dr Agoesdjam untuk perawatan intensif sebelum diperbolehkan pulang. Sementara itu, jenazah JN dan RN dievakuasi untuk proses lebih lanjut.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan