KabarKalteng.com – Kepala Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Region Kalimantan Barat (Kalbar), Agus Kurniawi, menanggapi penolakan paket MBG oleh 743 siswa dan 50 guru SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya. Penolakan ini terjadi karena menu MBG edisi Ramadan dinilai tidak sesuai gizi, mendorong Agus untuk menegaskan tidak ada paksaan dan akan menyisir Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dengan menu bermasalah.
Sebelumnya, sebanyak 743 siswa dan 50 guru di SMAN 1 Rasau Jaya mengembalikan paket MBG edisi Ramadan. Penolakan ini dilakukan lantaran menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari sisi pemenuhan gizi.
Menu MBG yang dibagikan untuk jatah dua hari tersebut berisi setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu jeruk, satu kue piscok, dan satu bolu kukus. Menu tersebut dinilai tidak memenuhi ekspektasi penerima manfaat, sehingga diputuskan untuk dikembalikan sebagai bentuk evaluasi.
Menanggapi hal tersebut, Agus Kurniawi saat dikonfirmasi detikKalimantan pada Rabu (25/2/2026) menegaskan bahwa penolakan tersebut merupakan hak sekolah. "Jika dirasa tidak sesuai, berhak dikembalikan dan tidak ada paksaan atau intervensi untuk menerima paket MBG," kata Agus.
Menurut Agus, program MBG tidak bersifat memaksa dan tetap membuka ruang evaluasi jika ditemukan kekurangan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG juga terbuka bagi masyarakat luas. "Silakan masyarakat memberi kritik atau masukan demi kebaikan program MBG di tempat kita," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Agus menyatakan pihaknya sudah sering memberi arahan agar berhati-hati dalam menentukan menu kering saat Ramadan. Saat ini, pihaknya tengah menyisir SPPG-SPPG yang ada di Kalbar. SPPG yang bermasalah akan diberi efek jera.
"Jauh sebelum bulan puasa, saya sudah beritahu ke semua SPPG untuk berhati-hati dalam menentukan menu kering. Karena bisa dihitung secara nyata dan masyarakat kita sudah pintar. Ini masih saya sisir lagi untuk SPPG yang menu-menu bermasalah," tutup Agus.