KabarKalteng.com – Zul Zivilia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesetiaan sang istri, Retno Paradinah, yang tetap mendampinginya menjalani hukuman penjara di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Rabu (21/1/2026). Ia menyebut kesetiaan Retno sebagai mukjizat, mengingat banyak narapidana lain yang mengalami depresi hingga gantung diri karena ditinggalkan keluarga dan pasangan.
Zul menyadari betul beratnya beban yang dipikul istrinya. Retno Paradinah kini menjadi tulang punggung keluarga sekaligus orang tua tunggal bagi anak-anak mereka.
"Intinya senakal-nakalnya saya dulu, dia tahu saya ini orang baik. Ada sisi-sisi baikku lo, ada sisi-sisi yang luar biasa yang tidak bisa kau dapatkan dari suami-suami yang lain," seloroh Zul sembari melirik Retno.
Menurut Zul, kesetiaan Retno adalah sebuah mukjizat di tengah kondisi sulit. Ia bercerita, banyak teman-temannya di dalam Lapas yang mengalami depresi berat hingga terpuruk karena ditinggalkan keluarga dan istri.
"Saya bersyukur sekali keluargaku masih support. Banyak yang gantung diri di penjara itu gara-gara diceraikan istrinya. Bebannya berat sekali kalau sudah di dalam terus tidak ada dukungan keluarga," bebernya.
Sementara itu, Retno Paradinah membeberkan alasan mengapa ia tetap kokoh mendampingi suaminya. Selain karena faktor anak-anak, dukungan dari pihak keluarga menjadi penguat utama baginya untuk tidak menyerah pada keadaan.
"Ya mungkin dukungan orang tua, baik dari keluarga Kak Zul ataupun dari saya sendiri itu luar biasa banget ya dukungan mereka," terang Retno.
Saat ini, Zul fokus ingin berubah total. Jika dulu pikirannya diisi keinginan mengonsumsi narkotika, kini setiap detik di dalam Lapas ia habiskan untuk memikirkan kesejahteraan keluarganya.
"Kalau dulu waktu di luar, otak itu narkoba, narkoba terus. Kalau sekarang yang saya pikirkan bagaimana caranya saya bisa biayai keluargaku," tutup Zul.