KabarKalteng.com, warga pedalaman Desa Long Nawang, Malinau, Kalimantan Utara, terpaksa meminjamkan solar pribadi kepada PLN agar listrik di wilayah mereka tetap menyala. Kondisi ini terjadi akibat pasokan bahan bakar yang kerap terlambat. Pihak PLN kini memberikan penjelasan dan berjanji akan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di wilayah perbatasan tersebut.
Warga Long Nawang diketahui rela meminjamkan solar pribadi mereka yang didatangkan dari Malaysia. Hal ini dilakukan demi mencegah listrik padam akibat keterlambatan pasokan BBM untuk pembangkit PLN. Krisis listrik ini sebelumnya dirasakan setidaknya di 9 desa di Kecamatan Kayan Hulu.
Menanggapi situasi tersebut, Manager PLN ULP Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, mengakui adanya tantangan besar dalam distribusi logistik. Ia menyatakan pihaknya tengah mengupayakan perbaikan sistem secara menyeluruh. "Sistem kelistrikan di Long Nawang dan sekitarnya bersifat terisolasi," terang Putra dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut Putra, lokasi yang sangat jauh dan akses medan yang berat menjadi kendala utama pengiriman BBM serta peralatan pendukung pembangkit listrik. Saat ini, perbaikan unit pembangkit yang mengalami gangguan telah dilakukan secara bertahap. Sebagai upaya peningkatan kapasitas pasokan, PLN juga tengah memobilisasi mesin tambahan dari Samarinda untuk memperkuat daya di wilayah tersebut.
Terkait ketersediaan bahan bakar yang sempat memicu warga untuk meminjamkan solarnya, pihak PLN menyatakan sedang melakukan penambahan fasilitas tangki timbun. Selain itu, PLN juga meningkatkan kuota pengiriman BBM. "PLN menyadari pentingnya ketersediaan BBM," tegas Putra.
Ia menambahkan, ke depan PLN akan memastikan mekanisme operasional berjalan lebih baik dan terencana. Hal ini agar tidak lagi bergantung pada skema darurat seperti pinjaman solar dari warga.
Camat Kayan Hulu, Setim Ala, membenarkan bahwa warganya sering mengorbankan stok solar pribadi demi kelangsungan listrik desa. "Memang sering terjadi, apabila ada keterlambatan pasokan BBM atau solar dari rekanan PLN. Bagi masyarakat yang memiliki stok, dengan terpaksa memberikan pinjaman BBM kepada petugas PLN dengan harapan supaya tidak ada pemadaman listrik," ungkap Setim Ala.
Diberitakan sebelumnya, selain keterlambatan logistik, warga juga menduga pemadaman kerap terjadi karena kualitas BBM solar yang kurang baik. Kualitas BBM yang kurang baik ini diduga mempercepat kerusakan mesin pembangkit PLN.