2 Pekerja PLTU Sukaban...

2 Pekerja PLTU Sukabangun Tewas Terjatuh, Diduga Akibat Pelanggaran K3

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Ketapang – Dua pekerja tewas dan dua lainnya luka-luka akibat kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, pada Rabu (21/1/2026) malam. Insiden ini diduga terjadi karena kelalaian atau pelanggaran prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat empat pekerja membersihkan corong blower.

Ketapang – Polres Ketapang masih mendalami penyebab kecelakaan kerja di PLTU Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, yang menewaskan dua pekerja. Kecelakaan ini diduga kuat akibat kelalaian atau pelanggaran prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, dihubungi detikKalimantan pada Kamis (22/1/2026), menyatakan pihaknya terus melakukan pendalaman. "Sampai saat ini pihak Polres Ketapang masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja tersebut," kata Harris.

Proses evakuasi korban telah dilakukan segera setelah kejadian. Pihak Polres Ketapang bersama tim SAR Kabupaten Ketapang membantu mengevakuasi para korban dari lokasi.

"Sementara pihak Polres bersama perwakilan SAR Kabupaten Ketapang, tadi malam sudah membantu proses evakuasi korban untuk keluar dari lokasi kejadian. Setelah itu dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam untuk diperiksa lanjut," jelas Harris.

Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam. Insiden bermula saat empat karyawan dari perusahaan pihak ketiga yang bertugas sebagai tenaga kebersihan di area cerobong PLTU Sukabangun sedang bekerja.

Mereka membersihkan debu sisa pembakaran batu bara di corong blower. Sekitar 30 menit setelah pekerjaan dimulai, pegangan yang dilas pada dinding plat cerobong diduga runtuh secara tiba-tiba.

Runtuhnya pegangan itu menyebabkan keempat pekerja terjatuh dari ketinggian kurang lebih 50 meter. Para pekerja tersebut kemudian tertimbun debu bekas pembakaran batu bara. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya saat ini dirawat di rumah sakit.

Harris belum dapat memberikan keterangan rinci terkait kronologi kejadian. Tim Satreskrim saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan