Piala Dunia 2026: Iran...

Piala Dunia 2026: Iran Disinyalir Mundur, FIFA Pastikan Tak Ditunda

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Balikpapan – Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran memicu sinyal mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026. Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, menyebut kondisi tuan rumah AS tidak ideal. Namun, FIFA melalui Kepala Operasional Heimo Schirgi memastikan Piala Dunia 2026 tidak akan ditunda dan tetap berlangsung sesuai jadwal pada Juni 2026.

Konflik geopolitik di Timur Tengah kini meluas hingga sektor olahraga. Iran, yang sebelumnya telah lolos kualifikasi, disinyalir akan absen dari Piala Dunia 2026. Hal ini mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah pesta sepakbola terbesar tersebut.

Mengutip detikSepakbola, sinyal mundurnya Iran disampaikan langsung oleh Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj. Menurut Taj, Piala Dunia mendatang digelar dalam kondisi yang tidak ideal. Ia mempertanyakan partisipasi tim jika situasinya demikian.

"Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini (AS)?" tegas Mehdi Taj dalam siaran televisi negara Iran.

Sebelum perang pecah, Iran diketahui telah mengamankan tempat di putaran final Piala Dunia 2026. Mereka bergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, perang yang dipicu kematian Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 membuat keikutsertaan Iran kini menjadi perdebatan serius di pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Operasional FIFA, Heimo Schirgi, angkat bicara. Ia menyatakan bahwa Piala Dunia ‘terlalu besar’ untuk ditunda, bahkan oleh konflik Timur Tengah sekalipun. Piala Dunia dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana pada Juni 2026.

Schirgi juga mengungkapkan harapannya agar seluruh negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi, termasuk Iran. Ia optimistis bahwa akan ada resolusi konflik yang memungkinkan Iran tetap berlaga.

"Pada suatu saat, kami akan memiliki resolusi dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja. Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua negara yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi," ujar Schirgi di Pusat Penyiaran Internasional, Dallas, Senin (9/3/2026), seperti dikutip Reuters.

Schirgi menambahkan, FIFA terus memantau dengan cermat situasi di Timur Tengah. Organisasi tersebut juga bekerja sama dengan mitra federal dan internasional untuk mengevaluasi perkembangan harian.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan respons berbeda. Beberapa waktu lalu, Trump menegaskan ketidakpeduliannya terhadap partisipasi Iran. Menurutnya, tidak akan menjadi masalah jika Iran memutuskan untuk mundur.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan