Pesona Gua Batu Hapu: ...

Pesona Gua Batu Hapu: Terbentuk dari Laut Dangkal Jutaan Tahun Lalu

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Gua Batu Hapu di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, memikat wisatawan dengan keindahan alam bawah tanahnya. Gua ini menawarkan formasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk jutaan tahun lalu dari laut dangkal, serta menyimpan legenda lokal yang menarik. Keunikan geologi serta sejarahnya menjadikan Gua Batu Hapu salah satu destinasi favorit di Geopark Meratus.

Gua Batu Hapu menawarkan pesona wisata alam bawah tanah di Tapin, Kalimantan Selatan. Terletak di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, gua ini dikenal dengan keindahan stalaktit dan stalagmit di dalamnya. Suasana sejuk, cahaya matahari yang menembus celah batu, serta legenda lokal menambah daya tarik destinasi ini.

Saat memasuki Gua Batu Hapu, pengunjung akan merasakan suasana minim penerangan. Namun, semakin jauh ke dalam, formasi batu kapur berusia jutaan tahun akan memanjakan mata. Stalaktit yang menggantung di langit-langit gua dan stalagmit yang menjulang dari dasar gua terlihat begitu indah. Bahkan di beberapa sudut, keduanya tampak menyatu membentuk pilar batu alami yang unik.

Nama "Hapu" berasal dari bahasa setempat yang berarti putih, sesuai dengan warna dominan batu kapur di gua. Keindahan gua kian memukau saat sinar matahari menembus celah-celah, menciptakan fenomena "ray of light" sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 Wita.

Berdasarkan data geologi, Gua Batu Hapu terbentuk dari batu gamping Formasi Berai. Batuan ini diperkirakan berusia 16 hingga 36,5 juta tahun, yakni pada periode Oligosen hingga Miosen Awal. Kawasan ini dulunya merupakan laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 30 meter.

Proses alam selama jutaan tahun kemudian membentuk bentang karst yang kini dikenal sebagai Gua Batu Hapu. Karena keunikan geologinya, gua ini ditetapkan sebagai situs unggulan di Geopark Meratus. Setelah UNESCO menetapkan Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark pada 2025, Gua Batu Hapu diprediksi akan semakin ramai.

Gua ini tercatat sebagai situs ke-44 di Geopark Meratus. Keberadaannya menjadi bukti penting dalam proses pembentukan Pegunungan Meratus.

Pesona Gua Batu Hapu yang Terbentuk dari Laut Dangkal Jutaan Tahun Lalu

Selain keindahan alamnya, Gua Batu Hapu juga dikenal dengan legenda Angui dan Kutukan Nini Kudampai. Dikisahkan, Angui, anak dari janda miskin Nini Kudampai, durhaka kepada ibunya setelah merantau dan menikah dengan putri raja. Nini Kudampai yang murka kemudian mengutuk Angui.

Badai besar menghancurkan kapal Angui, dan masyarakat setempat percaya pecahan kapal itu berubah menjadi Gua Batu Hapu. Kisah ini mirip dengan legenda Malin Kundang di Sumatera Barat dan masih diceritakan hingga kini.

Gua Batu Hapu di Tapin, Kalimantan Selatan. Foto: Dok. Geopark Meratus.

Gua Batu Hapu berlokasi di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Jaraknya sekitar 43 km dari Kota Rantau, 154 km dari Banjarmasin, dan 16 km dari Pasar Binuang. Akses jalan menuju lokasi sudah baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Pengunjung akan menikmati pemandangan pedesaan dan Pegunungan Meratus selama perjalanan. Setibanya di lokasi, wisatawan perlu menaiki puluhan anak tangga untuk mencapai area utama gua. Harga tiket masuknya relatif murah, sekitar Rp 5.000 per orang. Gua Batu Hapu menjadi pilihan wisata alam yang terjangkau.

Untuk kunjungan yang nyaman, pengunjung disarankan memperhatikan beberapa tips.

(sun/des)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan