KabarKalteng.com, Mojokerto – Warga Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, geger dengan penemuan bangkai pesawat yang teronggok di halaman sebuah rumah kosong di Dusun Sonosari, Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo. Bangkai pesawat yang tiba sejak 13 Juni 2025 ini rencananya akan disulap menjadi objek wisata edukasi dan kafe, namun perizinannya masih belum selesai.
Berdasarkan informasi, bangkai pesawat tersebut terpisah menjadi empat bagian. Tampak lambung depan dan moncong pesawat terletak persis di belakang pagar depan rumah kosong tersebut. Kokpit pesawat masih dilengkapi kursi pilot dan kopilot, dengan tombol operasional yang masih ada meski perangkat elektronik sudah dilepas.

Di bagian dinding luar badan pesawat, terdapat tulisan ‘Deraya love Papua’. Di sebelah badan pesawat, terdapat bagian ekor, sementara di sisi kiri tergeletak tumpukan sayap, kerangka mesin, dan roda pesawat. Lokasi rumah kosong ini berada di tengah persawahan dan cukup jauh dari permukiman penduduk.
Sebelumnya, lahan seluas 6.145 meter persegi ini merupakan lahan pertanian produktif yang ditanami padi dan palawija oleh pemiliknya, Buakip (59), warga Dusun Sonosari. Sekitar tahun 2000, lahan tersebut dibeli oleh warga Genteng Kali, Surabaya, bernama Tarigan.
Buakip menerima uang Rp 25 juta atas penjualan lahan tersebut. Menurut Buakip, lahan itu kemudian dimanfaatkan sebagai peternakan bebek dan dibangun rumah oleh Tarigan. "Waktu itu saya jual Rp 25 juta. Kemudian dibanguni rumah dan untuk ternak bebek," cerita Buakip di lokasi.

Buakip menambahkan, bangkai pesawat itu belum lama ada di sana. Warga Desa Kertosari diketahui ramai-ramai datang ke lokasi untuk melihat langsung bangkai pesawat, bahkan ada yang membuka lapak berjualan di sekitar lokasi. "Para pengunjung penasaran ingin lihat langsung pesawat terbang. Kalau warga sini beberapa jualan bakso, nasi kuning," ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Kertosari, Serka Erwin Daryana, menjelaskan bahwa bangkai pesawat itu didatangkan dari Jakarta oleh seseorang bernama Anggun. Ia menunjukkan dokumentasi ketika bangkai pesawat itu baru datang. "Dikirim dari Jakarta pakai 4 truk tronton, sampai di sini tanggal 13 Juni 2025 sore," tutur Erwin pada Kamis (22/1/2026).
Menurut informasi yang diketahui Erwin dari Pak Kades Kertosari, bangkai pesawat itu rencananya akan disulap menjadi objek wisata edukasi dengan tambahan kafe. Namun, perizinan untuk objek wisata tersebut hingga kini belum selesai. "Menurut Pak Kades Kertosari, Bu Anggun akan menggunakan pesawat ini untuk wisata edukasi. Bentuknya mungkin kafe atau seperti apa, kami kurang paham," jelasnya.