KabarKalteng.com, Pyongyang – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan marah besar saat meninjau sebuah pabrik mesin industri. Amukan Kim pada Selasa (20/1/2026) ini berujung pada pemecatan Wakil Perdana Menteri Kabinet Yang Sung Ho di lokasi karena dinilai tidak kompeten dan pabrik tidak mengalami kemajuan.
Menurut laporan AFP, Kim Jong Un mengamuk karena menilai pabrik mesin industri tersebut tidak mengalami kemajuan. Ia langsung memecat pejabat senior yang bertanggung jawab atas kebijakan ekonomi karena dianggap tidak kompeten.
Media pemerintah Korut, KCNA, menyebut Kim juga mengancam pejabat lain yang dinilainya ‘tidak kompeten’. Ia menganggap para pejabat tersebut kasar dan tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. "Karena para pejabat pengarah ekonomi yang tidak bertanggung jawab, kasar, dan tidak kompeten, proyek modernisasi tahap pertama Kompleks Mesin Ryongsong mengalami kesulitan," kata Kim.
Kim mengecam para pejabat yang ‘terlalu lama terbiasa dengan sikap pesimis, tidak bertanggung jawab, dan pasif’. Setelah kemarahannya, Kim langsung memecat Wakil Perdana Menteri Kabinet Yang Sung Ho di tempat.
Kim menyebut Yang Sung Ho ‘tidak layak dipercayakan dengan tugas-tugas berat’. Ia kemudian menganalogikan Yang Sung Ho seperti seekor kambing menarik gerobak. "Sederhananya, itu seperti memasangkan gerobak pada kambing, kesalahan yang tidak disengaja dalam proses penunjukan kader kita," jelas pemimpin Korea Utara itu. "Lagipula, yang menarik gerobak adalah lembu, bukan kambing," lanjutnya.
Kim juga mengingatkan para pembuat kebijakan ekonomi saat ini ‘hampir tidak mampu membimbing upaya penyesuaian kembali industri negara secara keseluruhan dan peningkatan teknologinya’. Diketahui, Pyongyang sedang mempersiapkan kongres pertama partai penguasa dalam lima tahun terakhir, yang diperkirakan akan diadakan dalam beberapa minggu mendatang.
Kim Janji Berantas Pejabat Korut yang Jahat
Sebelumnya, Kim Jong Un juga bersumpah untuk memberantas ‘praktik jahat’ di kalangan pejabat Korut. Ia menegur sikap kerja beberapa pejabat yang disebutnya ‘tidak aktif’ dan ‘tidak bertanggung jawab’.
Teguran itu, berdasarkan laporan AFP, disampaikan Kim saat berbicara dalam rapat komite pusat Partai Buruh Korea bulan lalu. Rapat besar yang dihadiri para petinggi partai penguasa Korut tersebut membahas isu kebijakan utama.
Selain itu, rapat juga membahas rencana kongres partai penguasa yang akan datang. Kongres ini akan menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir di Korut dan diperkirakan digelar bulan depan.
Saat menutup rapat pada Kamis (11/12/2025), menurut laporan KCNA, Kim Jong Un mengecam ‘sudut pandang ideologis yang keliru dan sikap kerja yang tidak aktif dan tidak bertanggung jawab’ dari beberapa pejabat Korut. Kim Jong Un menyerukan agar para pejabat memiliki ‘keyakinan dan keberanian yang besar untuk masa depan perjuangan dan tujuan kita’. Ia juga ‘menegaskan praktik jahat harus dikoreksi’.
KCNA tidak memberikan rincian spesifik soal ‘kekurangan dan praktik jahat’ yang dimaksud Kim. Namun, laporan tersebut menyebut partai berkuasa di Korut telah mengungkap banyak ‘penyimpangan’ disiplin, istilah halus untuk praktik korupsi, dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, Kim Jong Un juga melontarkan pujian kepada tentara-tentara Korut yang bertempur bersama militer Rusia melawan Ukraina. Menurut perkiraan Korea Selatan (Korsel), sedikitnya 600 tentara Korut tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka dalam perang itu. "Kinerja mereka menunjukkan kepada dunia mengenai prestise yang dimiliki tentara dan negara kita sebagai tentara yang selalu menang dan menjadi pelindung sejati keadilan internasional," kata Kim Jong Un dalam pujiannya.
Para analis mengatakan bahwa Pyongyang menerima bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi dari Moskow sebagai imbalan pengiriman pasukan. Kim Jong Un, dalam pernyataannya, juga memuji upaya modernisasi pertahanan negara tahun ini. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi perubahan geopolitik dan teknologi global yang besar.