KabarKalteng.com, Makassar – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel telah menerima dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar. Jenazah pramugari tiba pada Selasa (20/1) malam, sementara jenazah pria diserahkan pada Rabu (20/1/2026) pagi untuk identifikasi post mortem.
Berdasarkan pantauan, jenazah pria tersebut tiba di RS Bhayangkara, Jalan Kumala, Makassar, pada Rabu (20/1/2026) sekitar pukul 08.54 Wita. Jenazah diantar menggunakan ambulans milik RSAU dr Dody Sardjoto. Tim medis dari RSAU dr Dody Sardjoto kemudian melakukan penyerahan jenazah kepada Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel. Usai serah terima, Tim DVI langsung mengevakuasi jenazah menuju ruang jenazah untuk proses identifikasi post mortem.
Diketahui, jenazah pria tersebut merupakan korban pertama yang ditemukan pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita. Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Jenazah pria itu baru tiba di Lanud Hasanuddin Maros pada Rabu (21/1) pagi.
Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan cuaca mendukung proses evakuasi. "Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin dari Basarnas (Heli) HR-3601 berangkat ke Lampeso (Kabupaten Maros)," ujar Andi Sultan kepada wartawan, Rabu (21/1).
Namun, tim SAR lebih dulu mengevakuasi jenazah korban kedua, yakni seorang pramugari. Jenazah pramugari itu ditemukan dari jurang kedalaman 500 meter pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.20 Wita. Jenazah pramugari kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1) malam.
Menurut tim SAR, evakuasi jenazah korban kedua lebih cepat dan lancar karena faktor medan yang berbeda antara jasad korban pertama. Kontur perbukitan tempat jenazah ditemukan disebut mempengaruhi proses evakuasi. Berdasarkan pantauan detikSulsel, jenazah pramugari tiba di RS Bhayangkara, Jalan Kumala, Kota Makassar, sekitar pukul 22.28 Wita pada Selasa (20/1/2026). Jenazah tersebut dibawa ke lokasi menggunakan ambulans milik TNI.
Setelah tiba, jenazah pramugari langsung diserahterimakan kepada tim DVI. Proses penyerahan jenazah tersebut turut disaksikan oleh sejumlah keluarga dari para korban kecelakaan ATR 42-500.