Pemkot Banjarmasin Anc...

Pemkot Banjarmasin Ancam Sanksi Oknum Jual Beli Lapak Pasar Wadai

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Pemerintah Kota Banjarmasin mengancam sanksi tegas bagi oknum pegawai dinas yang terbukti terlibat dugaan jual beli lapak gratis di Pasar Wadai Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dugaan ini mencuat setelah beberapa pembeli mengeluhkan harga makanan yang mahal dan tidak sesuai informasi, serta adanya kabar jual beli lapak.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin, Ibnu Sabil, menegaskan akan menindak tegas jika ada campur tangan oknum dinas. "Kita akan cari siapa oknum yang memperjualbelikan lapak gratis. Kalau ada dari orang dinas, akan kita sanksi dengan bukti yang lengkap," tegas Ibnu Sabil, Minggu (8/3/2026).

Menurut Sabil, pemerintah menyediakan 200 lapak gratis. Pihaknya siap menindaklanjuti setiap laporan indikasi jual beli. "Kami terbuka untuk setiap laporan, baik itu dari sesama pedagang ataupun dari pihak lain terkait informasi jual beli lapak," katanya.

Ia menambahkan, laporan harus dilengkapi bukti. Namun, jika informasi tidak benar atau fitnah, pelapor diminta membuat video klarifikasi. "Apabila informasi yang diberikan tidak benar atau fitnah, pelapor kami minta berkenan membuat video klarifikasi," ucap Sabil.

Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang berinisial AN mengeluhkan sulitnya mendapat stan di Pasar Wadai. AN menduga ada lapak yang diperjualbelikan ke pedagang lain. "Padahal untuk saya bisa dapat stan ini sangat susah, tetapi ada beberapa yang justru diduga memperjualbelikan lapak mereka ke pedagang lain," sebut AN kepada detikKalimantan, Sabtu (7/3/2026).

AN juga menyebut ada lapak yang seharusnya menjual makanan khas Banjar, namun kenyataannya menjual minuman kekinian. Praktik jual beli lapak ini, menurut AN, berdampak pada harga jual yang lebih tinggi dari rata-rata untuk menutupi biaya sewa.

Sementara itu, pedagang lain berinisial MH mengaku sempat datang ke kantor dinas untuk mendaftar lapak. Namun, ia malah diminta biaya sebesar Rp 5-10 juta. "Saat mendengar akan ada lapak gratis, saya datang ke dinas, dengan niat hendak mendaftar untuk dapat lapak berjualan. Namun malah dibilang harus bayar, karena tidak ada yang gratis," ucap MH.

Simak Video "Mengisi Tenaga dengan Hidangan Lezat di Banjarmasin"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan