KabarKalteng.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengalami hujan sedang hingga lebat selama 1-10 Februari 2026. Peringatan ini disebabkan oleh adanya tiga bibit siklon tropis yang terpantau di perairan Indonesia.
Menurut BMKG, ketiga bibit siklon tropis ini terpantau di sepanjang wilayah Pulau Sumatera hingga Papua. Meskipun peluangnya kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis, bibit-bibit ini mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Namun, selama pergerakannya menjauh dari Tanah Air, bibit siklon tropis tetap memberikan dampak tidak langsung pada cuaca dan kondisi perairan. Informasi ini dikutip detikEdu dari postingan Instagram BMKG.
Salah satu bibit, Siklon Tropis 98P, mulai terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Sempat dinyatakan punah, bibit ini menguat kembali pada 1 Februari 2026.
Saat ini, posisi Bibit 98P berada di sekitar daratan utara Australia. BMKG menyatakan bibit ini berpeluang rendah menjadi siklon tropis dan akan bergerak ke arah barat menjauhi Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Dampak tidak langsung dari Bibit 98P meliputi angin kencang di Maluku bagian tenggara dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, ketinggian gelombang laut 1,25-2,5 meter (moderate sea) diprediksi terjadi di Laut Sawu, perairan Kepulauan Leti hingga Sermata, Kepulauan Babar hingga Tanimbar, serta Kepulauan Kai hingga Aru. Ketinggian gelombang 2,5-4 meter (rough sea) juga diwaspadai di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur dan Laut Arafuru.
Bibit Siklon Tropis 92S terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB, saat 98P sempat dinyatakan punah. Bibit ini terdeteksi di sekitar Samudra Hindia Barat Daya Lampung. Sama seperti 98P, Bibit 92S juga bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia dan berpeluang rendah berkembang menjadi siklon tropis. Dampak tidak langsung dari Bibit 92S adalah gelombang tinggi 1,25-2,5 meter (moderate sea) di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 94W terbentuk bersamaan dengan 92S di sekitar wilayah utara Papua. Bibit ini juga berpeluang rendah berkembang menjadi siklon tropis. Dalam 24 jam ke depan, Bibit 94W diperkirakan bergerak ke arah barat laut, menjauhi Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan Bibit 94W mencakup angin kencang di Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Maluku Utara. Selain itu, gelombang 1,25-2,5 meter (moderate sea) dapat terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, perairan utara Halmahera, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud. Peringatan dini dampak tidak langsung dari ketiga bibit siklon ini berlaku selama 24 jam hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini daerah dengan curah hujan tinggi untuk Dasarian I Februari 2026 (1-10 Februari 2026). Diketahui, sekitar 81% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.
Meskipun pada Dasarian I tidak ada daerah yang masuk kategori ‘awas’ atau hujan sangat lebat hingga ekstrem, masyarakat diimbau tetap waspada. Sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan tinggi pada periode tersebut.
Wilayah-wilayah tersebut antara lain sebagian Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Seluruh wilayah DI Yogyakarta juga termasuk dalam daftar waspada.
(aau/aau)