Detik-detik Roni Tarik...

Detik-detik Roni Tarik Ayahnya yang Diterkam Buaya di Sungai Kakap

Ukuran Teks:

Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula saat Husin tengah membetulkan selang pompa air di tepian sungai. Aktivitas ini sudah biasa dilakukannya. Namun, dalam hitungan detik, suasana berubah mencekam.

"Tiba-tiba ada buaya muncul dan langsung gigit tangan kanan bapaknya. Begitu keterangan awal Roni, anak korban," ujar Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Ipda Adrianus Ari, kepada detikKalimantan, Sabtu (21/2/2026).

Ari menjelaskan, Roni yang tak jauh dari lokasi sontak berteriak. Ia melihat ayahnya tersentak ke depan saat rahang buaya mengunci lengan kanan korban. Air sungai bergejolak ketika reptil itu berupaya menyeret Husin ke dalam.

Husin sempat beberapa kali ditarik ke arah air oleh buaya tersebut. Namun, di tengah kepanikan, Husin berusaha bertahan dengan berpegangan pada kayu tangga yang tertancap di tepi sungai.

"Korban pegang kayu tangga itu kuat-kuat sambil teriak minta tolong. Buayanya tarik, Roni juga tarik bapaknya dari belakang," jelas Ari.

Dengan tenaga sekuat mungkin, Roni menarik tubuh ayahnya agar tidak sepenuhnya terseret ke sungai. Momen itu disebutnya sebagai pertarungan antara hidup dan mati.

"Dia pikir jangan sampai bapaknya lepas pegangan. Makanya dia tarik sekuat tenaga," kata Ari.

Upaya Roni membuahkan hasil. Gigitan buaya akhirnya terlepas, dan Husin berhasil diselamatkan. Tangan kanannya mengalami beberapa luka sobek akibat gigitan tersebut.

Setelah insiden, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan.

Bagi Roni, kejadian tersebut merupakan pengalaman paling menegangkan dalam hidupnya. "Kalau Roni terlambat sedikit saja, mungkin ceritanya sudah lain," ucap Ari.

Diketahui, Husin saat ini masih dirawat di rumah anaknya, Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap. Keluarga berharap kondisi Husin segera pulih dan kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, buaya muara yang diduga menyerang Husin telah diamankan. Penangkapan dilakukan empat hari setelah kejadian, pada Jumat (20/2), oleh petugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSDPL) Pontianak, Basarnas, serta pihak terkait.

Peristiwa ini menambah daftar serangan buaya di wilayah perairan Kabupaten Kubu Raya. Warga di bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di tepi air.

"Kami mengimbau warga selalu waspada dan segera melaporkan ke pihak terkait jika melihat keberadaan hewan yang mengancam," tutup Ari.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan