KabarKalteng.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga berinisial AR (51) yang ditemukan di dalam mobil di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat. Korban diduga meninggal saat terjebak kemacetan imbas banjir di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Pramono telah memerintahkan jajaran terkait untuk menelusuri kronologi kejadian ini, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.
Gubernur Pramono Anung mengungkapkan duka cita tersebut saat meninjau Kali Cakung Lama di Semper Timur, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1/2026). Ia mengaku telah membaca laporan terkait peristiwa tersebut, meski belum bertemu langsung dengan pihak keluarga korban.
"Yang pertama, yang meninggal, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Terus terang saya berduka untuk itu," kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta, menurut Pramono, akan mendalami kronologi kejadian. Ia telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mendata dan mencari tahu bagaimana proses meninggalnya korban.
"Dari informasi yang saya peroleh, meninggalnya ketika terjadi kemacetan. Kemacetan itu juga sebagian karena terjadi banjir," lanjutnya.
Pramono menekankan pentingnya penanganan terpadu di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini. Seluruh dinas terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Bina Marga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan, hingga Kominfo diinstruksikan untuk turun tangan.
"Semua harus bergerak sekarang. Urusan kemacetan ini menjadi perhatian serius," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta juga telah mengizinkan penerapan Work From Home (WFH) bagi pekerja serta School From Home (SFH) bagi siswa. Kebijakan ini diambil guna mengurangi kepadatan lalu lintas di tengah banjir dan curah hujan tinggi.
"Kebijakan ini diambil supaya tidak terjadi kemacetan parah yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar," ucapnya.
Sementara itu, seorang pengemudi mobil berinisial AR (51) ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, sebelumnya pada Kamis (22/1). Korban ditemukan di tengah jalan.
Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alex Tengbunan menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian AR. Polisi menduga korban meninggal karena sakit, bukan karena terjebak macet.
"Kejadian di jalan ya. Kalau penyebab meninggalnya karena terjebak macet, mungkin kita belum bisa pastikan seperti itu. Karena kan harus dipastikan dia meninggalnya kenapa, sakit atau karena hal lain," jelas Alex saat dihubungi wartawan.
Berdasarkan penjelasan Alex, korban pertama kali ditemukan oleh warga pemilik bengkel sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, saksi melihat kondisi mobil korban terhenti di tengah jalan. Saksi kemudian menginformasikan kepada anggota lalu lintas. Kanit Lantas dan anggota segera datang untuk mendorong mobil tersebut, namun diketahui mobil dalam kondisi direm tangan.