KabarKalteng.com, Sebuah depot minyak di kota Penza, Rusia bagian barat, terbakar hebat pada Jumat (23/1/2026) pagi setelah dihantam serangan drone. Insiden ini terjadi saat sistem pertahanan udara Rusia mencegat belasan drone tempur yang dikerahkan Ukraina ke wilayahnya.
Gubernur wilayah Penza, Oleg Melnichenko, melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. "Sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat, serangan drone menyebabkan kebakaran di sebuah depot minyak di Penza. Menurut data awal, tidak ada korban jiwa atau korban luka," tutur Melnichenko via Telegram, seperti dikutip AFP, Jumat (23/1/2026).
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api menyembur dari lokasi depot minyak itu. Depot tersebut terletak di pinggiran timur Penza, berjarak sekitar 618 kilometer dari garis depan pertempuran.
Para pejabat Rusia tidak menjelaskan asal muasal drone yang memicu kebakaran tersebut. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataan terpisah, melaporkan telah mencegat setidaknya 12 drone Ukraina semalam, salah satunya di wilayah Penza.
Belum ada komentar langsung dari Ukraina terkait laporan tersebut. Diketahui, Kyiv selama hampir empat tahun perang telah menargetkan infrastruktur energi Rusia. Ini dalam upaya menguras sumber pendanaan perang negara tetangganya.
Serangan Ukraina, yang kebanyakan melibatkan drone berbiaya produksi relatif murah, telah memicu kerusakan senilai miliaran dolar Amerika pada fasilitas minyak dan gas Rusia. Kyiv mengatakan serangan-serangannya merupakan pembalasan yang adil. Ini atas serangan Moskow terhadap sistem energi di wilayah Ukraina.
Sementara itu, pengeboman Rusia terhadap jaringan energi Ukraina dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan ribuan orang hidup tanpa pemanas dan pasokan listrik. Kondisi ini terjadi saat cuaca dingin membekukan dengan suhu di bawah nol derajat.
(nvc/ita)