Mendagri Portugal Mund...

Mendagri Portugal Mundur Diterpa Kritik Penanganan Banjir Badai

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Portugal Maria Lucia Amaral mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa malam waktu setempat, dilansir Rabu (11/2/2026). Pengunduran diri ini menyusul kritik tajam atas penanganan banjir akibat badai dahsyat yang melanda Portugal dalam beberapa minggu terakhir. Amaral menyatakan ia merasa tidak memiliki kondisi pribadi dan politik yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya, demikian pernyataan kepresidenan Portugal.

Posisinya akan diisi sementara oleh Perdana Menteri Luis Montenegro dari kubu tengah-kanan. Pemerintah Montenegro sendiri telah dikritik atas tanggapannya terhadap badai dan angin kencang selama dua minggu. Bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menyebabkan kerugian sekitar empat miliar euro (4,7 miliar dolar AS).

Jose Luis Carneiro, Sekretaris Jenderal Partai Sosialis yang merupakan partai oposisi, langsung merespons pengumuman ini. "Pengunduran diri menteri dalam negeri adalah bukti bahwa pemerintah telah gagal dalam menanggapi keadaan darurat ini," ujarnya kepada pers Portugal.

Portugal diketahui telah mengalami periode cuaca ekstrem yang semakin berkepanjangan dan intens, seperti hujan deras dan gelombang panas. Fenomena ini telah lama dikaitkan oleh para ilmuwan dengan pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia.

Dilansir Al Jazeera, Portugal sebelumnya masih berjuang menghadapi dampak Badai Kristin, yang menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan listrik. Tak lama kemudian, Badai Leonardo menerjang awal pekan ini. Satu orang meninggal dunia selama Badai Leonardo di Portugal, dan sebanyak 1.100 orang dievakuasi di seluruh negeri.

Institut Meteorologi Nasional Portugal (IPMA) menetapkan seluruh garis pantai dalam status siaga oranye. Hal ini menyusul gelombang tinggi yang mencapai 13 meter. Selain itu, delapan dari 18 distrik daratan utama, terutama di tengah dan selatan, juga kini berstatus siaga.

Juru bicara Otoritas Perlindungan Sipil Nasional mengatakan kepada AFP bahwa "Semua daerah aliran sungai berada di bawah tekanan berat." Terutama Sungai Tagus di Lisbon dan Sungai Sado di selatan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan