Pangkep – KabarKalteng.com, Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), memasuki hari keempat pada Selasa (20/1/2026). Sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan untuk melanjutkan pencarian, dipimpin oleh Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, yang memulai pergerakan sekitar pukul 08.45 Wita di tengah kondisi hujan badai.
Pelepasan tim SAR gabungan ini berlangsung di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci. Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menegaskan komitmen tim untuk tetap mencari korban meski cuaca ekstrem.
"Kita tetap akan masuk, walaupun teman-teman lihat sendiri, merasakan sendiri kita sudah dari tadi malam hujan badai ini," kata Andre kepada wartawan, dilansir detikSulsel. "Tapi kita paksa naik untuk tetap mencari. Ada 7 tim sekarang."
Brigjen Andre menyebut sudah ada tim lain yang bermalam di jalur evakuasi sejak tadi malam. Tim tersebut bertugas mengamankan jenazah korban yang telah ditemukan dan menunggu proses evakuasi.
"Dan ada juga yang sudah bermalam. Dari tadi malam mereka sudah standby di sana," ujarnya.
Sebanyak 500 personel gabungan tersebut berasal dari 95 instansi dan organisasi berbeda. Diketahui, 16 di antaranya adalah warga lokal yang kerap mencari madu di Gunung Bulusaraung.
Keterlibatan warga lokal ini dinilai sangat membantu karena mereka lebih mengetahui medan di wilayah tersebut. "Warga lokal ini kita libatkan karena mereka-mereka ini kan pencari-pencari madu yang naik di sekitar ini. Yang sudah lebih mengetahui medan-medannya. Nah itu yang sangat membantu," tambah Andre.
Menurut Andre, persiapan logistik untuk keberangkatan 500 personel ini juga sudah matang. "Ada sekitar 500 yang kita akan berangkat. Persiapan kita jelas dengan semua yang kita bawa, pertama logistik kita sudah siap," pungkasnya.