Makam Jenazah Tujuh Ta...

Makam Jenazah Tujuh Tahun di Serang Dibongkar, Kerangka Dicuri

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Serang digegerkan dengan kasus pencurian jenazah almarhum Sajim yang makamnya dibongkar di TPU Kampung Gardu Junti, Jawilan. Kejadian yang diduga berlangsung Sabtu (17/1) malam dan dilaporkan Minggu (18/1) sore ini menjadi yang pertama kalinya di Serang, di mana kerangka jenazah yang sudah meninggal tujuh tahun lalu diambil. Polres Serang langsung melakukan penyelidikan atas peristiwa tak lazim tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Polres Serang, laporan mengenai makam yang dibongkar di TPU Kampung Gardu Junti masuk pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Masyarakat setempat melaporkan bahwa makam almarhum Sajim telah digali oleh orang tak dikenal.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES, pada Senin (19/1), membenarkan adanya laporan tersebut. "Informasi dari warga terkait adanya makam yang digali oleh orang yang tidak dikenal dan mengambil tengkorak dari makam tersebut yang beralamat di TPU Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang," ujar Andi.

Tim Polres Serang kemudian mendatangi lokasi dan menemukan kuburan tersebut telah dibongkar. Terlihat galian yang tidak ditutup di area kejadian, di mana kerangka jenazah almarhum Sajim yang telah meninggal tujuh tahun lalu diduga telah diambil.

Polisi terus mendalami kasus pencurian jenazah ini dan telah memeriksa sejumlah saksi. Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengungkapkan, "Jajaran Reskrim Polres dan Polsek masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Sudah lima saksi yang diperiksa."

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat, yang kemudian dikuatkan dengan laporan dari anak almarhum Sajim, jenazah yang makamnya dibongkar. Menurut Polres Serang, kasus pencurian jenazah semacam ini adalah yang pertama kali terjadi di wilayah Serang.

"Ini baru pertama kali di Serang. Biasanya perusakan makam baru atau makam keramat. Kalau ini, jenazah sudah tujuh tahun dan orang biasa," kata Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady kepada wartawan, Kamis (22/1). Ia menambahkan, jumlah saksi yang diperiksa telah bertambah menjadi 10 orang, termasuk keluarga korban dan penjaga makam.

Salah seorang saksi diketahui berziarah ke TPU tersebut pada Jumat (16/1) dan mendapati makam almarhum Sajim masih dalam kondisi utuh. Polisi menerima laporan pada Minggu (18/1), sehingga kemungkinan penggalian terjadi pada Sabtu (17/1) malam, setelah penjaga makam pulang pada pukul 16.00 WIB.

Andi menjelaskan, posisi makam berada di area paling belakang TPU dan berdekatan dengan sawah. Saat petugas melakukan pengecekan, lubang galian sudah terisi air hujan.

"Jadi kita kuras dulu. Dan di dalam sudah tidak ada apa-apa lagi. Kerangka jenazah sudah tidak ada," pungkasnya, menegaskan bahwa isi kuburan telah lenyap.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan