Basarnas Luruskan Data...

Basarnas Luruskan Data Smartwatch Kopilot ATR: Terekam Jauh Sebelum Jatuh

Ukuran Teks:

KabarKalteng.com, Jakarta – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i meluruskan informasi terkait rekaman langkah kaki di smartwatch kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan. Syafi’i memastikan data langkah kaki tersebut bukan terekam setelah pesawat jatuh, melainkan merupakan data dari beberapa bulan lalu.

Menurut Syafi’i, data tersebut terekam saat Farhan masih berada di Jogja. Klarifikasi ini disampaikan usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

"Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan," ujar Syafi’i.

Ia menambahkan, "Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi."

Syafi’i menyatakan pihak keluarga Farhan telah menerima penjelasan ini. Basarnas memahami harapan yang sempat muncul di kalangan keluarga akibat informasi pergerakan langkah kaki tersebut.

"Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast," tuturnya.

Basarnas juga terus mengupayakan pencarian. "Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik," imbuh Syafi’i.

Sebelumnya, keluarga kopilot Farhan Gunawan dibuat penasaran. Smartwatch milik korban mencatat 13.647 langkah sejak pesawat ATR 42-500 kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan aktivitas smartwatch yang terhubung ke ponsel pintar korban ini sempat menyisakan tanda tanya.

Informasi soal aktivitas smartwatch bermula saat ponsel pintar milik kopilot Farhan ditemukan tim SAR pada Sabtu (17/1). Hari itu merupakan hari jatuhnya pesawat.

Ponsel pintar itu kemudian diberikan kepada pacar korban, Dian, saat datang ke posko tim SAR di Desa Tompobulu, Pangkep, Minggu (18/1). Perwakilan pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30), dikonfirmasi detikSulsel pada Senin (19/1/2026).

"Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu," ujar Pitri.

Layar ponsel korban sendiri masih dalam keadaan menyala dan terlihat dalam mode pesawat. Dari layar ponsel itulah tampak data aktivitas langkah kaki yang diduga dari smartwatch kopilot Farhan.

"Intinya HP itu di tangan adik saya tadi malam, malam tadi. Terus udah dicek semuanya, ternyata ada pergerakan itu, ditemukan di handphone dia itu pergerakan langkah kaki Farhan jam 6 pagi, 10, sama malam kali ya," jelasnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan